Jangkauan Tangerang Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan terus memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis (TBC) dengan mengutamakan skrining dini serta pengobatan rutin bagi masyarakat yang terdeteksi. Program ini menjadi salah satu prioritas kesehatan daerah mengingat TBC masih menjadi ancaman serius di wilayah perkotaan padat penduduk.
Kasus TBC Masih Tinggi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel mencatat, setiap tahunnya masih ditemukan kasus baru TBC dengan tren yang fluktuatif. Faktor lingkungan, mobilitas penduduk, hingga keterlambatan deteksi dini disebut menjadi penyebab utama kasus TBC sulit ditekan.
“Meski angka penemuan kasus meningkat, hal itu juga berarti kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri semakin baik. Namun tantangan kita adalah memastikan pasien yang positif TBC benar-benar mendapatkan pengobatan hingga tuntas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tangsel.
Skrining Dini Jadi Prioritas
Salah satu strategi utama Pemkot Tangsel adalah memperluas layanan skrining TBC di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Skrining dilakukan terhadap masyarakat berisiko tinggi, seperti penderita HIV, pasien gizi buruk, serta mereka yang tinggal di lingkungan padat dan kurang sehat.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan. Skrining ini penting agar kasus dapat terdeteksi sejak dini, sehingga pengobatan bisa lebih efektif dan risiko penularan dapat ditekan,” tambahnya.

Baca juga: Bangun Turap Beton di Bintaro Gallery Tangsel, Pilar Targetkan Pengerjaan Selesai Tepat Waktu
Pengobatan Gratis dan Pendampingan
Pemkot Tangsel memastikan pengobatan pasien TBC tersedia secara gratis sesuai standar nasional. Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan pendampingan pasien agar mereka patuh menjalani terapi hingga sembuh total.
“Banyak pasien yang berhenti di tengah jalan karena merasa sudah sehat. Padahal, jika tidak dituntaskan, risiko resistensi obat sangat tinggi. Karena itu, kami bekerja sama dengan kader kesehatan dan komunitas untuk memastikan pasien tetap disiplin minum obat,” jelasnya.
Sinergi dengan Semua Pihak
Dalam upaya penanggulangan TBC, Pemkot Tangsel tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan rumah sakit swasta, organisasi masyarakat, serta dukungan pemerintah pusat terus digencarkan. Program kampanye kesehatan dan edukasi masyarakat juga digelar secara rutin untuk meningkatkan kesadaran.
“Kita ingin menciptakan gerakan bersama melawan TBC. Pemerintah hanya bisa sukses jika masyarakat juga ikut terlibat aktif,” ucap Wali Kota Tangsel.
Target Eliminasi TBC Nasional
Program ini sejalan dengan target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030. Tangsel berkomitmen untuk menurunkan angka kasus secara bertahap dengan strategi pencegahan, penemuan kasus, dan pengobatan yang konsisten.
“Harapannya, Tangsel bisa menjadi salah satu daerah yang lebih cepat mencapai target eliminasi TBC. Dengan kerja keras bersama, hal itu bukan sesuatu yang mustahil,” pungkas Wali Kota.






